Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

Guru Idaman

Ki Hajar Dewantoro yang lahir pada 2 Mei 1899dan tiap tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), telah mengambarkan tentang sosok guru idaman nan ideal. Saya yakin kata-kata beliau tidak asing lagi di telingga kita. Menurut beliau seorang guru harus:

1. Ing Ngarso Sung Tulodho

Kunci sukses pendidikan yang pertama dan utama adalah Akhlaq. Guru benar–benar harus bisa menjadi teladan dalam berakhlaq. Anak didik kebanyakan lebih percaya dengan gurunya daripada orangtuanya, karena guru dianggap tahu segala-galanya. Untuk itu segala tingkah laku, sopan santun guru akan menjadi panutan muridnya. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

2. Ing Madyo Mangun Karso
Kunci sukses kedua adalah Minat dan Semangat Belajar. Guru harus benar–benar menjadi penggali minat dan pemompa semangat belajar anak sehingga setiap anak mampu berpikir kritis dan belajar mandiri.
Jadi sebetulnya guru tidak perlu banyak mengajar, justru lebih perlu banyak menggagas tentang beragam bintang prestasi di langit yang perlu setiap siswa gapai.

Seorang bijak berpendapat bahwa tugas guru itu ibaratnya bercerita tentang enaknya ilmu dan membangkitkan selera anak untuk melahap ilmu tersebut. Keberhasilan tertinggi guru adalah jika mampu mengubah siswa yang mogok belajar menjadi siswa lebih pandai dari dirinya. Ini bukan tidak mungkin, karena otak anak dalam golden-age sedang otak gurunya sudah mulai telmi, waktu belajar anak lebih luas, sementara waktu belajar guru lebih terbatas, sumber belajar saat ini lebih banyak daripada sumber belajar ketika guru kuliah.

3. Tut Wuri Handayani

Kunci sukses ketiga adalah Pengasuhan dan Pengayoman. Guru harus benar–benar pengganti orang tua yang menerapkan Asah, Asih, Asuh, namun sekali lagi bukan dalam arti mengajar tapi mendidik.
Lanjutkan=>

Sabtu, 12 Mei 2012

TANGIS BULAN


Selamat malam sang malam yang tetap terdiam,
aku sang bulan sedang meratapi kesedihan,
aku ingin menangis dan memamerkan air mataku pada seluruh parasit di dinding langit,
tapi lagi dan lagi tertahan,
aku takut bumi mengejekku dan berkata aku lemah sebagai dewi malam,
aku takut bintang-bintang menertawakan aku yang slalu terlihat mempesona di langit pekat,
aku memohon padamu malam,
sembunyikan aku di sayap-sayap gelapmu,
telan aku hingga tak tampak lagi cahayaku,
aku merasa begitu lemah,
aku merasa begitu sakit.

karya : Nurzilla 
Lanjutkan=>

Rabu, 02 Mei 2012

Hari PGRI ke-66


Kali ini saya akan posting puisi yang di bacakan oleh teman saya, Nurzila pada hari PGRI ke-66 kemarin. Hari PGRI kali ini merupakan hari PGRI yang terakhir bagi kami di sekolah ini. Langsung saja tanpa bertele-tele, berikut puisinya:

asalamualaikum pak,
asalamualaikum bu,

perkenalkan,
nama kami siswa
masih cengeng, lembek, labil
masih suka bermain api
hingga menyulut marah di hati
masih suka becanda
hingga menggores luka di dada
masih suka tak acuh
hingga tercipta suasana ricuh

Selamat pagi, Pak
Selamat pagi, Bu

perkenalkan lagi
nama kami murid
ya...
yang suka menenteng tas
yang suka tertawa lepas
ya...
yang selalu ingin hidup bebas
yang selalu tak pernah puas
terkadang juga buas
benar...
itulah kami

Halo, Pak
Halo, Bu

Bagaimana kabar hatimu?
bekas tusukan ucapanku
seminggu yang lalu
Bagaimana kabar batinmu?
bekas hantaman buasku hari lalu
Sakit pak? sakit bu?
Tapi mengapa kalian tersenyum?
Terus engukir senyum
senyum dan senyum
mana air mata perlambang duka itu?
telah habiskah?

Hai, Pak
Hai, Bu

Bagaimana dengan nilai-nilaiku?
semester yang lalu?
tak tampak batang hidung
si merah di raportku
kemana dia?
padahal di ulangan
si merah adalah sahabat karibku
mengapa kau sembunyikan si merah dari orang tuaku?
hingga si merah merekah di pipiku
menyembunyikan malu

Pak,
Bagaimana hasil perlombaanku?
setelah gugur, gugur, dan gugur
gugurkah aku?
kata si penyelenggara, aku kalah
bagaimana menurutmu?
benarkah aku si penyandang gelar "kalah"?
Lantas...
sudikah engkau mengajarkanku cara seorang juara?
paing tidak berlagak juara
paling tidak juara di hatimu

Bu,
Kemarin aku menedang meja di depan wajahmu
mengapa kau tak menghantam meja itu saja ke wajahku
agar lepas beban di dadamu
agar puas kau mengekspresikan marahmu
tapi jagan dengan senyum itu
kau menghancurkanku
jangan dengan senyum itu
tampar aku dengan senyum kasarmu
tapi jangan tampar aku dengan ketabahanmu

Pak, Bu
Pernahkah terlintas dibenakmu?
bahwa aku anak liar yang berusaha
meporak-porandakan hidupmu
aku teroris yang meneror hari-harimu
aku pembunuh kebahagiaanmu
aku parasit dalam takdirmu
lantas apa yang membuatmu bertahan
disampingku?
Aku tak pernah memperhatikanmu dengan
teori-teori yang memuakkan itu
Tapi mengapa kau selalu memperhatikanku
dengan keikhlasanmu?

Hari ini,
aku malu
aku takut
bahkan teman-temanku juga begitu
Hari ini
aku takut
ku yakin mereka pun begitu

Masih terbukakah pintu maaf itu?
masihkah untukku?
untuk teman-temanku?
maafkan kami,
mafkan kami,
maaf...




Lanjutkan=>

Minggu, 22 April 2012

KEMATIAN

Kini hidup begitu tak berarti
Saat kau hadir bagai benalu
Bunuh semangat hidupku
Renggut sisa waktuku

Hanya malaikat putih temaniku
Bantuku hilangkanmu dari hidupku
Bantuku melawan rasa sakit ini
Beriku secercah harapan tuk raih hidupku lagi

Tapi mengapa harus aku?
Mengapa kau datang padaku?

Ku mohon pergilah dariku
Pergi dari kehidupanku
Ku tak sanggup melawan ganasnya dirimu
Meskipun malaikat putih bantuku melawanmu

Sungguh tuhan!
Aku belum sanggup tinggal sendiri
Tinggal dalam gelapnya istana kecilku
Sungguh…aku belum sanggup
Lanjutkan=>

Kamis, 19 April 2012

Buku Harianku Untukmu

Hari ini, tepatnya tanggal 19 April 2012 ujian nasional berakhir. Wajah bahagia penuh kebebasan terpancar pada wajah-wajah teman-teman sekelasku mengalahkan pancaran sang surya. Wajah yang empat hari lalu, panuh dengan keseriusan dan kecemasan ketika akan memulai ujian. Hari ini kami berteriak dengan penuh kepercayaan diri dan parahnya dengan suara yang keras, kami "LULUS". Kata-kata yang seharusnya terucap usai pengumumuan hasil ujian kami ucapkan ketika usai ujian. Sungguh kepercayaan diri yang luar biasa ^^.Bahkan kepercayaan diri yang terlihat sekarang jauh melebihi kepercayaan diri ketika ujian. Tapi tak apalah, yang penting kegelisahan hati menunggu pengumuman yang akan diumumkan sebulan lagi berkurang. Sekarang,kita sekelas mungkin akan sukar bertemu lagi selama menuggu pengumuman ini. Tapi aku selalu ingat momen-momen berharga yang selalu kita lakukan. contohnya yang terbaru yang kita lakukan semalam. Pertama, kita membaca yasin dan berdoa bersama dengan semi-semi khusuk, karena memang pimpinannya, Daus juga ngeremeng-remeng baca doanya ^^ (peace). Lalu, kami lanjutkan dengan salat berjamaah yang diimami oleh do'i salah seorang temanku, Zila. Salat bersama empat orang teman saya yang lain, Daus, Almaidah, Ika, dan Yana. Sedangkan temanku yang lain, Rudi, Fandi, Dwiky, Danil, Zila, dan Yosie tidak salat karena mereka sedang datang bulan. Setelah salat Isa', kami pun pergi makan malam bersama di dekat Masjid Agung. Tepatnya makan bakso dan mie ayam. setelah itu kami pergi nongkrong di lapangan Mujahirin sampai jam sembilan malam. Aku harus pulang karena aku tidak bisa kemalaman mengingat rumahku yang agak jauh, sedangkan teman-temanku memilih masih tetap disana. Tak terasa memang dua tahun kita telah bersama dalam satu kelas. Kelas EIFEL. Kelas yang selalu aku banggakan di hadapan teman-teman dari kelas dan jurusan lain. Kelas yang aku pakai sebagai identitas diri ketika ditanya oleh guru, "kamu kelas berapa?", "saya kelas 12 bahasa buk". Kelas yang paling dikenal oleh guru-guru karena suatu alasan, khususnya guru BK. Kelas yang penuh kegalauan hati penghuninya. Kelas yang selalu sepi ketika guru jam pertama datang. Kelas yang paling sering terdengar lagu hard dan metal. Kelas yang selalu tertutup malu ketika jam istirahat. Kelas dimana guru tak perlu berteriak keras untuk mengajar karena memang sepi. Kelas yang sangat jarang bangku dan kursinya terisi penuh. dan masih banyak lagi yang tak bisa aku ungkapkan dari kelas ini. Bagaimanapun juga, dikelas ini aku merasakan sebagian besar suka dan duka masa SMA. Kelas dimana ketika semangatku melemah namun bangkit dengan semangat baru yang jauh lebih besar karena dukuangn dari teman-temanku. Semua itu takkan pernah terlupakan teman. Semoga di kehidupan kedepan dan kemudian kita bisa tersenyum lebar dan jangan pernah ada kesedihan lagi di wajahmu suatu saat nanti jika kita bertemu. SUKSES!!
Lanjutkan=>

Minggu, 27 November 2011

CINTA FATAL (puisi oleh Nurzilla)

Maafkan aku meninggalkanmu dalam tangis,
 Kisah kita memang tragis,
Tapi perbedaan fatal membuat cinta ini batal,
Dan aku hanya tokoh dalam skenario Tuhan.

Ini mungkin belaian terakhir,
 Ini mungkin dekapan terakhir,
Tak kan ada aku yang akan membisik kata itu di telingamu,
 Hanya kamu dan bayang semu.

Aku tak pernah meminta Tuhan menjadikan aku seperti aku,
 Aku tak pernah meminta Tuhan membuat cerita yang berakhir pilu,
Namun Tuhanlah sutradara dalam semua itu,
 Tuhanlah yang paling tau.

 Kata maaf tak kan menghentikan isak tangismu,
 Aku tau,
Tapi, kata apa yang pasti aku untaikan selain itu?
Lepaskan cinta yang bersarang di hatimu,
Buka hatimu untuk pengisi hati yang baru,
Ikhlaskan aku berlalu,
 Mencari kehidupan yang ku mau.
Lanjutkan=>

KUIL CINTA MEMBUSUK

Masih terlalu pagi tuk mengurai air mata,
Mentari saja belum terbangun,
Hanya rembulan yang setia terjaga,
Bersama beningnya embun di tiap bibir daun.

Aku merunduk memeluk lutut,
Kudengar kembali lafaz perpisahan itu,
Sengaja kurekam dalam ingatan agar ku mampu membencimu,
Lantas hilanglah semua ingatan tentangmu.

Euphoria cinta tak lagi kurasa,
Hanya pedih yang terus menikam,
 Awal yang manis,
Akhir yang sadis.

Air mataku menggantung,
Cinta ini terkatung-katung,
Harapanku terlucut dari langit-langit mimpi,
Kau telah memilih untuk pergi.

Kuil cinta hanya tinggal memori penuh dusta,
Sumpah setia hanya sebatas angin lalu belaka,
Kau kenangan terburuk yang membuatku jatuh terpuruk,
Biarlah cinta ini tetap disini hingga habis membusuk.

oleh: Nurzila Binti Sahir
Lanjutkan=>

Cinta yang mati (puisi oleh Nurzilla)

Entah air apa ini,
mengalir begitu saja d pipiku,
menetes lembut ke pangkuanku,
dan aku hanya terpaku membatu.

aku bak bunga yg layu,
tak tersiram dr waktu ke wktu,
tak terurus dari hari ke hari. .
Kau membiarkanku mati sblm mekar,
gugur sblm brkmbang.

Kau blm menikmati persembahan cntaku ini.
Dan kau terlalu angkuh tuk ku rengkuh.
Maka matilah cinta ini,
sblum mampu menyentuh dinding hatimu yg keras.
Tiada bekas kebahagiaan, hanya luka tak tertahan.
Lanjutkan=>

Cinta masa lalu (puisi oleh Nurzilla)

Jgn tahan aku, biar syap rapuh ini trbang menjauh, dgn cinta d tiap helai syapnya, dgn rindu d tiap kepakannya. 0h. . Jgn slah, cinta ini bkn utkmu pria kesepian, cinta ini utk dia yg tak memikirkanku, namunku hbskan wktuku tuk memikirkannya. Kamu ! Prgilah ! Aku bkn utkmu.. Walau kau berikan sluruh hdupmu utkku, aku takkan mau. Tinggalkan aku sndri dgn cnta xg tak prnh mati, cnta utk masa laluku, masa suramku.
Lanjutkan=>

IKHLAS (puisi oleh Nurzilla)

oleh Cilla Cii Zilla pada 25 Januari 2011 jam 9:39

Jika cinta yg hilang dari hatimu,
Carilah di dalam hatiku,
Jika kasih syng yg kau btuhkan,
Tengoklah ke dalam sanubariku,
Jika rindumu tak berbalas,
Rasakan kalbuku memblas rindumu.

Aku mgkin terdiam,
Seolah aku tak mengenal sosokmu yg terpendam,
Tapi aku peduli walau kau tak menawari,
Aku menanti walau kau takkan kembali,
Aku sadar,
Bumi terus berputar,
Masaku kian memudar,
Tapi rasa ini kan tetap mekar,
Walau hati ini akhirnya hrus terbakar.

Aku ikhlas,
Walau seketika aku menuntut kau membalas,
Tapi aku tak kan memelas,
Hingga cinta ini pupus di akhir nafas.
Lanjutkan=>

Mata dan Rasa (Puisi oleh Nurzilla)

Jika dunia brtanya kmu siapa ?
Biar mata ini yg menjawab..
Bibir ini trlalu munafik utk bersuara,
hti ini trlalu pngecut utk jujur,
tapi prcyalah,
mata ini pancarkan kisah yg nyata,
bahkan saat mataku tertutup,
aku msih mmpu mlihat snyummu,
bahkan saat mataku tak mampu trbuka,
aku masih bisa merasa rasa itu ada..
Cukup kau di sampingku,
dan aku merasa hidup ini lebih adil dr sblumnya.
Cukup mndengar suaramu,
aku mrasa takdir ku tertata smpurna...
Kau segalanya bgiku yg bukan apa2.. ;D
Lanjutkan=>

ITU HIDUPMU (puisi Nurzila)

entah berapa banyak sumpah serapah,
entah berapa lama wajah memerah,
kesumat di dada masih terpendam,
kapal kerinduan tenggelam, karam.

fantasiku berputar-putar,
langkahku lunglai,
kutelusuri ruang kehampaan bersama
sayatan luka yang masih terbawa,
ingin rasanya kuteguk air kematian.

Tamat sudah riwayat kisah kita,
disini langkahku terhenti,
bawa kakimu berlari jauh,
sayang, aku takkan mengejar bahkan menahan.
bahagialah kau disana,
luka ini khusus untukku,
ini hadiah Tuhan untukku,
itu hidupmu sekarang......
Lanjutkan=>

Minggu, 08 Mei 2011

PUISI METAMORFOSIS WAKTU BY NURZILA ^^

Ini ceritaku yang tertindas sepi,
Hingga tak kata dan tawa walau hanya dalam mimpi,
Memori itu terkatung-katung di udara,
Aku malas untuk mengenangnya.

Aku tau,
Yang lalu itu bermetamorfosis menjadi benalu,
Dan aku kini berkalung belenggu,
Berusaha menggeliat melepas beban yang membatu.

Masa lalu itu menyekat jalanku,
Rasa sakit waktu itu menampar-nampar kalbu,
Kepahitannya berleleran di benakku,
Dan aku terlalu rapuh untuk bergelut dengan semua itu.

Langkahmu sudah sangat jauh,
Dan kisah itu sudah sangat lusuh,
Tapi aku masih menjaganya dengah utuh,
Walau berkali-kali harus terjatuh.

Kau sudah pergi,
Namun cintamu tertinggal disini,
Menggerogoti hatiku hingga berlubang,
Menciptakan panas yang meradang.

Debu hanya diam melihatku merunduk,
Menangis dalam sepi yang menusuk,
Otakku bekerja keras melupakan masa lalu,
Namun hatiku melawan keras melakukan itu.

Aku harapkan kenangan itu terlucut dari ingatan,
Dan aku menarik nafas bebas sambil tertawa ringan,
Berlari ke segala ufuk mencari kebahagiaan,
Berharap bersua gerbang menuju masa depan.
Lanjutkan=>

PUISI LUKA SEMESTA

Aku kalut dipelukan kabut,
Tak terasa hangat mentari saga,
Tak terasa sejuk semilir angin,
Mati rasa aku diribaan pagi.
Kutatap ranting pepohonan merunduk,
Sang raja hijau kering tak bergoyang,
Gunung tetap bisu terpaku,
Memendam amarah kulit terkoyak.
Mata bergenang hati bergeming,
Pedih pilu menatap embun yang pergi,
Ketika sang langit runtuh bergemuruh,
Ketika mentari saga menyembunyikan raga.
Lengang sunyi suara tercekat,
Tak ada lagi kata yang membentuk suara,
Hanya diam menahan remuk redam,
Menatap semesta yang mulai meradang.
Sebelum hari ini,
Bias mega menghangatkan raga,
Sungai tenang tak beriak,
Ombak bergulung menyerak buih,
Semua apa adanya.
Hari ini,
Bias mega menghanguskan raga,
Sungai meluap menghanyutkan semesta,
Ombang bergulung naik menggunung,
Ada apa dengan semua ini??
Hanya menuai tanya tak ada jawabnya,
Hanya berpendapat namun tak bertindak,
Hanya melihat namun enggan mengerti,
Persetan masa depan yang penting hari ini.
Entah bagaimana semesta di hari depan,
Hari ini saja tampak begini,
Meletus sana-sini,
Menyeruak ganas tak berperi.
Manusia menengadah pada semesta,
Malah mengoyak perut bumi tak terperi,
Monggores luka di tubuh bumi bulat ini,
Jika kelak bersua bencana,
Terpontang-panting menyelamatkan diri.


karya : Nurzila ^^
Lanjutkan=>

Rabu, 23 Februari 2011

AKU MILIK-MU

TUHAN….
KINI HARI-HARI BEGITU BERARTI UNTUKKU
SETIAP MENIT,DETIK,HARI-HARI,KU MEMOHON AMPUN-MU
KU BEGITU TAKUT SAAT SANG EKSEKUTOR
DATANG MENGEKSEKUSI JIWAKU
TUHAN….
SUNGGUH BERAT INGINKU TINGGALKAN RAGAKU
SUNGGUH BERAT INGINKU TINGGALKAN MENTARIKU
MENTARI YANG TUMBUHKAN JIWAKU
YANG SINARI HIDUPKU
TUHAN….
TAK SANGGUPKU LEPASKAN REMBULANKU
TAK SANGGUPKU MELIHAT AWAN HITAM SELIMUTINYA
DERAS HUJAN TEMANINYA
SAAT KU MENGHADAP-MU YA ROBBI
TUHAN….
BERIKU SEDIKIT WAKTU LAGI TUK BERSAMANYA
BERSAMA HANGAT SANG MENTARI
BERSAMA TERANG SANG REMBULAN
BERSAMA SANG BINTANG DI SEKELILINGKU
TUHAN….
KALI INI KU MOHON PADAMU
JIKA KU PERGI MENGHADAPMU NANTI
TEGARKAN SANG MENTARI
TABAHKAN SANG BULAN
TENANGKAN SANG BINTANG
KARENA KU TAK SANGGUP TINGGALKAN MEREKA
SAAT NYAWA YANG KAU TITIPKAN PADAKU INI
KAU AMBIL DARIKU.
Lanjutkan=>
BUAT TEMAN-TEMAN SEMASA SMAKU, AKU MENCINTAI KALIAN.